BANK SOAL MATEMATIKA PERSIAPAN UN 2014

UN 2014-2

Oleh Drs. Matrisoni

Pengajar Matematika SMA Dwiwarna Boarding School Bogor

sonnyBagi Adik-adik yang sekarang duduk dikelas 3 SMA, sudah siapkah kalian menghadapi Ujian Nasional tahun 2014? untuk membantu adik2 menyiapkan diri UN 2014 silaHkan kunjungi web saya berikut ini:

http://www.soalmatematik.com/?id=matrisoni
http://www.soalmatematik.com/?reff=matrisoni

Tersedia bahan-bahan, teori singkat, pembahasan soal matematika UN 2013 lengkap semua paket, Prediksi Soal UN 2014…Semua Gratis buat kalian.
Caranya sangat mudah …Klik alamat web saya diatas, kemudian kalian hanya diminta untuk mengisi nama dan alamat email kalian yang aktif …setelah itu tunggu konfirmasi di email, Jika sudah berhasil Silahkan Kalian Mendownload semua materi2 yang tersedia…GRATIS.  Semoga bermanfaat

SEPUTAR UN 2014

INFO PENTING UJIAN NASIONAL 2013/2014

UN 2014Ujian Nasional tahun ajaran 2013/2014 tidak lama lagi dan diperkirakan akan dilaksanakan pada bulan April untuk tingkat SMA/SMK/MA tanggal 14-16 April 2014 dan bulan Mei untuk tingkat SMP/MTs. Walaupun dari tahun ke tahun pelaksanaan Ujian Nasional selalu menuai permasalahan, namun Ujian Nasional untuk tahun ajaran 2013/2014 masih akan dilaksanakan di tingkat SMP dan SMA. Sedangkan untuk tingkat SD mulai tahun ajaran tersebut Ujian Nasional ditiadakan. Mengenai jadwal pelaksanaan / penyelenggaraan UN 2014 saat ini telah ditetapkan Kemdikbud RI, ditetapkan pula Kriteria Kelulusan Peserta Didik untuk Ujian Nasional (UN) tahun 2014 tingkat SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB/SMK/MAK, Program Paket B/Wustha, Program Paket C, dan Program Paket C Kejuruan melalui Permendikbud RI Nomor 97 Tahun 2013 ujian nasional 2014

Kriteria Kelulusan UN T.A 2013/2014.

Adapun mengenai kriteria kelulusan untuk Ujian Nasional tahun ajaran 2013/2014 ada beberapa perubahan, yaitu pada Rumus Penentuan Nilai Sekolah (NS) yaitu Nilai Sekolah (NS) diperoleh dari 70 % rata-rata nilai raport semester 3, 4, dan 5 untuk tingkat SMA dan semester 1, 2, 3, 4, dan 5 untuk tingkat SMP serta 30 % Nilai Ujian Sekolah. Sedangkan untuk Rumus Penentuan Nilai Akhir (NA) tidak mengalami perubahan yaitu Nilai Akhir (NA) diperoleh dari 40 % Nilai Sekolah (NS) dan 60 % Nilai Ujian Nasional (UN). Kemudian untuk nilai terendah setiap mata pelajaran yang di UN kan masih tetap 4,0 dan rata-rata semua mata pelajaran yang di UN kan juga masih sama yaitu 5,5.

Sedangkan ketentuan lebih lanjut berkenaan dengan pelaksanaan Ujian Nasional ini di tuangkan pada Prosedur Operasional Standar UN tahun pelajaran 2013/2014 yang sudah ditetapkan oleh BSNP. Demikian informasi tentang Kriteria Kelulusan Ujian Nasional / UN 2014 ini saya share berdasarkan Permendikbud RI Nomor 97 Tahun 2013 Kriteria Kelulusan Peserta Didik dari Satuan Pendidikan dan Penyelenggaraan Ujian Sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan dan Ujian Nasional, semoga bermanfaat bagi kita semua dalam mempersiapkan segala hal demi suksesnya penyelenggaraan UN 2014 nantinya, dan semoga seluruh peserta didik kita yang mengikuti Ujian Nasional tahun 2014 nanti mendapatkan nilai yang memuaskan dengan tingkat kelulusan 100 %. Amiin…

Ditulis oleh : Drs. Matrisoni ( Staf Pengajar SMA Dwiwarna Boarding School Bogor)

Sumber : Permendikbud RI Nomor 97 Tahun 2013 Tentang Ujian Nasional 2014.

Bagi Anda yang membutuhkan file tentang POS UN 2014, Permendikbud No. 97/2013 tentang Kriteria Kelulusan Peserta Didik, dan Kisi-Kisi Ujian Nasional tahun Pelajaran 2013/2014, silahkan klik tautan di bawah ini:

  1. POS UN 2014
  2. Permendikbud No. 97/2013
  3. Kisi-Kisi Ujian Nasional

Bagi Anda yang membutuhkan Soal-Soal UN Khusus Matematika lengkap berikut pembahasan dan Prediksi UN 2014, serta disajikan per-indikator secara GRATIS dapat mengunjungi alamat web saya berikut:

http://www.soalmatematik.com/?id=matrisoni
http://www.soalmatematik.com/?reff=matrisoni

 

 

 

Semoga bermanfaat…

GURU PROFESIONAL

GURU DAN TANGGUNGJAWABNYA

 

Aktifitas proses pembelajaran merupakan inti dari proses pendidikan, dan guru sebagai salah satu pemegang utama di dalam menggerakkan kemajuan dan perkembangan dunia pendidikan.

Tugas utama seseorang guru ialah mendidik, mengajar, membimbing, melatih, oleh sebab itulah tanggung jawab keberhasilan pendidikan berada di pundak guru. Guru sebagai juru mudi dari sebuah kapal, mau kemana arah dan haluan kapal dihadapkan, bila juru mudinya pandai dan terampil, maka kapal akan berlayar selamat ditujuan, gelombang dan ombak sebesar apapun dapat dilaluinya dengan tenang dan tanggungjawab. Oleh karena itu, untuk menjadi seorang juru mudi harus melalui pendidikan dan latihan khusus serta dengan memiliki keahlian khusus.

Demikian pula halnya seorang guru, agar proses pembelajaran berhasil dan mutu pendidikan meningkatkan, maka diperlukan guru yang memahami dan menghayati profesinya, dan tentunya guru yang memiliki wawasan pengetahuan dan keterampilan sehingga membuat proses pembelajaran aktif, guru mampu menciptakan suasana pembelajaran inovatif, kreatif, dan menyenangkan. Untuk menjadi guru profesional juga memerlukan pendidikan dan pelatihan serta pendidikan khusus.

Perubahan peran guru yang tadinya sebagai penyampai pengetahuan dan pengalihan pengetahuan dan pengalih keterampilan, serta merupakan satu-satunya sumber belajar, berubah peran menjadi pembimbing, pembina, pengajar, dan pelatih. Dalam kegiatan pembelajaran, guru akan bertindak sebagai fasilisator yang bersikap akrab dengan penuh tanggung jawab, serta memperlakukan peserta didik sebagai mitra dalam menggali dan mengolah informasi menuju tujuan belajar mengajar yang telah direncanakan.

Beratnya tanggung jawab bagi guru menyebabkan pekerjaan guru harus memerlukan keahlian khusus. Untuk itu pekerjaan guru tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang diluar bidang pendidikan, sehingga profesi guru paling mudah terkena pencemaran. Sekali guru berbuat salah maka akan berdampak terhadap dunia pendidikan, demikian pula sekali guru salah

mengajarkan ilmu kepada anak didiknya, maka akan berdampak dan berimbas kepada satu generasi.

Guru dalam melaksanakan tugas profesinya dihadapkan pada berbagai pilihan, seperti cara bertindak bagaimana yang paling tepat, bahan belajar apa yang paling sesuai, metode penyajian bagaimana yang paling efektif, alat bantu apa yang paling cocok, langkah-langkah apa yang paling efisien, sumber belajar mana yang paling lengkap, system evaluasi apa yang paling tepat, dan sebagainya.

Guru sebagai pelaksana tugas otonom, guru diberikan keleluasaan untuk mengelola pembelajaran, apa yang harus dikerjakan oleh guru, dan guru harus dapat menentukan pilihannya dengan mempertimbangkan semua aspek yang relevan atau menunjang tercapainya

tujuan. Dalam hal ini guru bertindak sebagai pengambil keputusan. Guru sebagai pihak yang berkepentingan secara operasional dan mental harus dipersiapkan dan ditingkatkan profesionalnya, karena hanya dengan demikian kinerja mereka dapat efektif, Apabila kinerja guru efektif maka tujuan pendidikan akan tercapai. Yang dimaksud dengan profesionalisme disini adalah kemampuan dan keterampilan guru dalam merencanakan, melaksanakan pengajaran dan keterampilan guru merencanakan dan melaksanakan evaluasi hasil belajar siswa.

Mengingat pentingnya profesionalisme guru dalam pencapaian tujuan pendidikan utamanya pada skala tingkat institusional, maka perlu adanya pelatihan dan profesionalisme guru, sehingga dapat diperoleh hasil penelitian yang bisa dijadikan masukan dalam membuat dan melaksanakan kebijakan di bidang pendidikan terutama pada tingkat sekolah dasar sampai menengah baik negeri maupun swasta.

Sejalan dengan itu berbagai upaya telah dilakukan pemerintah dalam upaya meningkatkan profesionalisme guru Upaya tersebut antara lain direalisasikan melalui berbagai macam pelatihan. Hasil penelitian yang mengkaji tentang profesionalisme guru seperti dilakukan oleh Tomajahu (2002), menunjukkan adanya perbedaan kemampuan kompetisi mengajar guru yang sering mengikuti pelatihan dengan yang jarang mendapatkan pelatihan, ada hubungan pengalaman kerja guru dengan kompetensinya.

Motivasi lain yang mendorong perlunya dilakukan berbagai bentuk pendidikan dan pelatihan, karena informasi diperoleh bahwa masih banyak daerah-daerah yang belum menjadikan pendidikan dan pelatihan terhadap guru sebagai sesuatu kebutuhan mendasar. Bahkan masih ada kita mendengar guru-guru yang belum pernah sekalipun mengikuti pendidikan dan pelatihan terutama guru-guru yang bertugas di daerah marjinal atau terpencil.

Perlu dilakukan studi atau kajian apakah ada hubungan antara pelatihan dan profesionalisme guru dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya sebagai guru di depan, dan diluar kelas. Kalau ada hubungan, maka perlu terus digalakkan program pendidikan dan pelatihan ini. Salah satu aspek untuk mengetahui gambaran peningkatan profesinalisme guru adalah tercapainya kepuasan kerja guru yang ditandai dengan optimalisasi kerja para guru, gur merasakan kegairahan, guru dituntut kesungguhan dan kebahagiaan dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab yang diembannya.

( Dari berbagai sumber: oleh Drs. Matrisoni )

 Versi Cetak dapat di download di sini.Gambar

MENJADI GURU YANG DIRINDUKAN

Menjadi Guru Yang Dirindukan….
Murid-murid kita itu akan menjadi guru-guru masa depan yang hebat apabila mereka rindu belajar dan rindu sekolah. Dan yang membuat mereka rindu belajar dan rindu sekolah adalah kalau mereka rindu kepada gurunya. Apakah kita sebagai guru bisakah seperti itu? ( MTGW )
http://www.youtube.com/watch?v=QflVLiSj9ds&feature=related

 

KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH

KEPEMIMPINAN  KEPALA  SEKOLAH

Oleh : Drs. Matrisoni

Pascasarjana Universitas Pramita Indonesia

Fakultas Ilmu Pemerintahan – Program Otonomi Pendidikan

Mutu pendidikan Indonesia dalam berbagai pandangan lapisan masyarakat hingga sekarang ini disimpulkan dalam kategori rendah pada setiap jenjang dan satuan pendidikan, khususnya pendidikan dasar dan menengah. Timbulnya pandangan seperti ini dipengaruhi oleh faktor kondisi realita yang dialami masing-masing kelompok masyarakat melalui jumlah lulusan yang belum banyak diserap pada lapangan pekerjaan yang tersedia. Masyarakat pada dasarnya telah menyadari pada kondisi era globalisasi sekarang ini bahwa mutu pendidikan sudah menjadi bahagian yang prioritas untuk dapat diwujudkan oleh pemerintah pusat dan daerah.

Kehidupan masyarakat di semua benua hingga pada abad dua puluh satu ini telah mengalami perubahan dramatis dengan berlomba-lomba memasuki era informasi teknologi. Kondisi seperti ini sudah barang tentu mempunyai konsekuensi terhadap paradigma pendidikan Indonesia untuk dapat menyiapkan sumber   daya   manusia   yang   unggul   dan   kompetitif   dalam menyikapi tuntutan global dimasa mendatang, setiap negara dituntut untuk berperan dalam kompetensi global, harapan ini akan bisa dicapai dengan baik jika didukung oleh sumber daya manusia berkualitas yang dimiliki oleh setiap bangsa.

Pemerintah telah melakukan berbagai usaha untuk mencapai peningkatan mutu pendidikan pada setiap satuan pendidikan di tanah air secara nasional di antaranya melalui peningkatan manajemen sekolah dengan penerapan manajemen berbasis sekolah dan bantuan dana operasional sekolah di semua tingkat dan satuan pendidikan. Usaha lain yang tergolong universal yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menyatakan bahwa otonomi pendidikan berazaskan disentralisasi, dengan pendekatan manajemen berbasis sekolah (MBS). Pendekatan MBS dimaksudkan untuk menumbuhkan kemandirian dan kreativitas kepemimpinan kepala sekolah yang kuat dan efektif. Oleh karena itu, amanat dalam Undang-undang tersebut harus menjadi dasar dan arah dalam pengembangan sekolah masa depan.

Sekolah sebagai wahana penting dalam pembentukan sumber daya manusia berkualitas akan dapat diwujudkan melalui tingkat satuan pendidikan. Kesuksesan untuk memperoleh mutu pendidikan yang baik tergantung kepada kepemimpinan yang kuat dari masing-masing kepala sekolah.

Keberhasilan atau kesuksesan pelaksanaan kepemimpinan kepala sekolah dalam mengelola organisasi pendidikan dipengaruhi oleh kemampuan untuk melakukan kegiatan perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan (actuating) dan pengawasan (controling) terhadap semua operasional tingkat satuan pendidikan. Keberhasilan sekolah dalam meraih mutu pendidikan yang baik banyak ditentukan melalui peran kepemimpinan kepala sekolah. Hal ini disebabkan peran kepala sekolah sangat kuat mempengaruhi prilaku sumber daya ketenagaan dalam hal ini guru dan sumber-sumber daya pendukung lainnya.

Sebagaimana dikemukakan Rahman H. (2005: 67) bahwa, kepemimpinan yang efektif membuat sekolah berubah secara dinamis karena adanya komunikasi lancar dalam kehidupan berorganisasi secara sistemik di mana di dalamnya mempunyai ciri dialogis, kerja sama dan tumbuhnya ilmu pengetahuan berpikir, mental model, penguasaan personal, berbagai visi sehingga anggota kelompok di sekolah terpenuhi kebutuhan fisiologis, keamanan, sosial, status dan kepuasan diri, kepercayaan dan penghargaan kerja.

Kepala sekolah dalam membuat kebijakan pengelolaan sekolah diharapkan mampu saling berkonsultasi dengan unsur ketenagaan sekolah secara pedagogis yang dapat mengembangkan potensi guru, staf administrasi dalam melakukan aktifitas untuk meningkatkan kualitas pendidikan satuan pendidikan. Dengan kepemimpinan kepala sekolah yang dialogis, komunikatif dan dinamis  akan dapat mendukung perubahan prilaku guru dalam perbaikan-perbaikan mutu pendidikan.

Komunikasi atau dialogis yang baik dari kepala sekolah dapat dideskripsikan dalam berbagai bidang kegiatan operasional sekolah antara lain:

1) Komunikasi dengan siswa dalam upaya pembinaan siswa

2) Komunikasi dengan orang tua siswa tentang prestasi murid-murid

3) Komunikasi dengan guru dalam waktu tertentu dalam membahas kebijakan baru yang akan diterapkan

4) Komunikasi umum terhadap komite sekolah tentang informasi program perbaikan dan pengembangan sekolah

5) Komunikasi dengan mass media dalam mengakses keberhasilan dan hambatan yang dialami sekolah.

Rendahnya mutu satuan pendidikan di tanah air Indonesia pada saat sekarang ini merupakan salah satu dampak dari bentuk kepemimpinan kepala sekolah mengelola organisasi satuan pendidikan, karena kepemimpinan merupakan faktor kunci sekolah untuk efektif atau berhasil dengan baik, apabila kepemimpinan kepala sekolah memahami berbagai bentuk pola kepemimpinan sesuai dengan kebutuhan yang terjadi.

Berdasarkan pengamatan pada kondisi pengelolaan sekolah di beberapa sekolah telah dikembangkan beberapa gaya kepemimpinan dalam upaya perbaikan mutu pendidikan di tingkat sekolah, namun fenomena yang berkembang di masyarakat pada saat ini bahwa penerapan desentralisasi pendidikan seperti aktualisasi manajemen berbasis sekolah belum dapat optimal dilakukan oleh kepala sekolah karena persepsi pemahaman desentralisasi pada tingkat birokrat daerah belum optimal.

Bila fenomena aktualisasi desentralisasi pendidikan menghambat kepemimpinan kepala sekolah pada tingkat satuan pendidikan maka dikhawatirkan kepemimpinan apapun yang akan dijalankan pada tingkat satuan pendidikan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan akan sulit meraih kualitas pendidikan yang efektif.

Setiap pengambil kebijakan pada setiap tingkat pemerintahan di Indonesia ini harus lebih memahami tentang aturan yang dipedomani dalam menghasilkan sosok kepala sekolah yang berkualitas. Hal ini dapat dilakukan mulai dari proses rekruitmen, diklat dan pengembangan profesi kepala sekolah yang lebih strategis, diharapkan rekruitmen dan pengembangan kepala sekolah dapat menghasilkan pembentukan kepemimpinan kepala sekolah yang terampil mengelola kebutuhan custumer.

Selain dari tantangan yang digambarkan di atas, perlu diketahui bahwa sekolah yang tidak efektif dalam meraih mutu ada kalanya dipengaruhi oleh kompleksitas dalam manajemen sekolah seperti kondisi siswa, ketenagaan, sarana-prasana, pembiayaan dan kebijakan pemerintah yang cenderung tidak konsisten dalam menjalankan suatu regulasi, serta campur tangan pemerintah yang terlalu besar, yang menyebabkan pimpinan sekolah kurang mandiri. Untuk sekolah swasta kondisinya lebih parah lagi karena ruang gerak kepala sekolah dan pimpinan sekolah sangat tergantung dan didominasi oleh yayasan sebagai owner, apalagi kalau yayasan milik keluarga.

 

Catatan Karier Bidang Pendidikan:

– Guru Matematika sejak tahun 1999 – Sekarang  ( 23 Tahun )

Di SMAN 3 Bandung, SMPN 5 Bandung, SMAN 16 Bandung

– Area Manager LBB Rajawali – Bandung : 1993-1995

– Wakil Kepala Sekolah SMA Plus YPHB Bogor : 1996 – 2001

– Kepala SMA Taruna Andhiga Bogor : 2001 – 2005

– Kepala Cabang LBB SSC Bogor, Cibinong, Pondok Labu : 2006-2007

– Kepala LPP Purnawarman Bogor : 2007 – 2009

– Staff Ahli SMA Dwiwarna Boarding School Bogor : 2009 – 2011

– Guru Matematika SMA Dwiwarna Boarding School Bogor : 2009 – Sekarang

BERITA SEPUTAR PENDIDIKAN

1. Berita Seputar Sistem SKS

2. Berita Seputar RSBI dan SBI

3. Berita Seputar Beasiswa

MENGENANG BUYA HAMKA

E-book-Prof-Dr.-Hamka-Jalan-Istiqomah-sang-legendaE-BOOK “Jalan Istiqomah Sang Legenda Buya Hamka”

Category: Books
Genre: Biographies & Memoirs
Author: Badrut Tamam Gaffas

Resensi Buku Karya Buya Hamka

BUYA HAMKA adalah potret ulama kharismatik, politisi sejati dan pujangga terkemuka yang memilih berkiprah dalam perjuangan pembentukan karakter ummat dan bangsa.

Buya Hamka bukan sosok ulama istana, beliau adalah ulama pejuang yang berhasil menjadi peletak dasar kebangkitan komunitas islam modern atau kaum gedongan di Ibukota lewat icon al azhar yang pada akhirnya berhasil pula melebarkan sayap sebagai lembaga pendidikan modernis dan agamis.

Sebagai politisi buya hamka patut menjadi teladan, Pandangan dan keyakinannya senantiasa lurus – lurus saja memperjuangkan aspirasi ummat, beliau bersama tokoh-tokoh Masyumi lainnya adalah para pejuang Islam yang gigih dalam mengajukan konsep-konsep Islam, secara ilmiah dan argumentatif. Tetapi, juga konsisten dalam memegang teguh aturan main secara konstitusional. Ketika perjuangan melalui jalur partai politik terganjal, buya hamka dan para tokoh Masyumi memilih hijrah dengan menempuh jalur dakwah di masyarakat, masjid, pesantren, dan perguruan tinggi. Karena sesungguhnya dakwah adalah laksana air yang mengalir, tidak boleh berhenti, dan tidak bisa dibendung.

Sikap Istiqomah menjadi garda terdepan walau harus menghadapi tangan – tangan besi kekuasaan yang terbukti berhasil menjebloskannya ke penjara.

Penjara badaniah tak sekalipun kuasa memenjarakan kebesaran jiwa seorang hamka yang tetap merdeka, sejarah pula yang akhirnya mencatat bahwa dari dalam penjara lahir karya terbesar buya hamka yang membuatnya dikenal hingga ke mancanegara, Tafsir Al Azhar adalah satu – satunya Tafsir Al Qur’an yang ditulis oleh ulama melayu dengan gaya bahasa yang khas dan mudah dicerna.

Bukan Sekedar itu karya sastra buah penanya tak kalah hebatnya, beberapa novelnya seperti Dibawah Lindungan Ka’bah, Tenggelamnya Kapal Van Der Wickj , Merantau ke Deli dan banyak karya – karya beliau ternyata tidak hanya dipublikasikan oleh penerbit nasional sekelas Balai Pustaka dan Pustaka Bulan Bintang melainkan juga diterbitkan di beberapa negara asia tenggara bahkan di release juga diberbagai situs, blog dan media informasi lainnya.

Pendek kata karya besar buya hamka saat ini telah mendunia meski ironisnya di negeri sendiri sudah jarang generasi muda yang mengenal sosoknya yang fenomenal.

Sikap Istiqomah yang dicontohkan buya hamka bisa menjadi inspirasi bagi kita, beliau bukan alumni perguruan tinggi manapun namun banyak sekali kalangan yang menuliskan di depan namanya gelar atau title Prof Dr, siapa yang bakal menyangka jika seorang yang pada awalnya belajar secara otodidak belakangan justru banyak di berikan gelar doctor honoris causa oleh banyak universitas terkemuka.

Karya – karya buya hamka terutama di bidang sastra memang telah melambungkan nama bangsa, mengharumkan nusantara hingga ke manca negara.

Simaklah petikan puisi yang dituliskannya secara khusus untuk Pak Natsir, Puisi yang ditulis Buya Hamka pada tanggal 13 November 1957 setelah mendengar uraian Pidato Natsir yang dengan tegas menawarkan kepada Sidang Konstituante agar menjadikan Islam sebagai dasar negara RI.

Kepada Saudaraku M. Natsir
Meskipun bersilang keris di leher
Berkilat pedang di hadapan matamu
Namun yang benar kau sebut juga benar
Cita Muhammad biarlah lahir
Bongkar apinya sampai bertemu
Hidangkan di atas persada nusa
Jibril berdiri sebelah kananmu
Mikail berdiri sebelah kiri
Lindungan Ilahi memberimu tenaga
Suka dan duka kita hadapiSuaramu wahai Natsir, suara kaum-mu
Kemana lagi, Natsir kemana kita lagi
Ini berjuta kawan sepaham
Hidup dan mati bersama-sama
Untuk menuntut Ridha IlahiDan aku pun masukkan
Dalam daftarmu …….!

Jalan Istiqomah yang dilalui dalam setiap jejak pergerakan dan perjuangan buya hamka untuk memajukan kaumnya merupakan rintisan yang seharusnya bisa diteruskan dari generasi ke genarasi. Benarkah ?!?!

Bagi Saudara-Saudara Muslim Yang Ingin memperoleh E-Book  tersebut secara lengkap dan gratis silahkan di download di sini. atau disini Jangan lupa kasih comment ya…

Ceramah Buya Hamka Lainnya dalam Format MP3 dapat di Download disini :

1. Cinta dan Cemburu ( 5,3 Mb )

2. Dari Gelap Menuju Terang ( 3,7 Mb )

3. Haus  ( 4,01 Mb )

4. Hidup Sesudah Mati ( 5,2 Mb )

5. Pegangan Hidup ( 4,2 Mb )

Semoga Bermanfaat..Aminnnn
(Review oleh Drs. Matrisoni)