BANK SOAL MATEMATIKA PERSIAPAN UN 2014

UN 2014-2

Oleh Drs. Matrisoni

Pengajar Matematika SMA Dwiwarna Boarding School Bogor

sonnyBagi Adik-adik yang sekarang duduk dikelas 3 SMA, sudah siapkah kalian menghadapi Ujian Nasional tahun 2014? untuk membantu adik2 menyiapkan diri UN 2014 silaHkan kunjungi web saya berikut ini:

http://www.soalmatematik.com/?id=matrisoni
http://www.soalmatematik.com/?reff=matrisoni

Tersedia bahan-bahan, teori singkat, pembahasan soal matematika UN 2013 lengkap semua paket, Prediksi Soal UN 2014…Semua Gratis buat kalian.
Caranya sangat mudah …Klik alamat web saya diatas, kemudian kalian hanya diminta untuk mengisi nama dan alamat email kalian yang aktif …setelah itu tunggu konfirmasi di email, Jika sudah berhasil Silahkan Kalian Mendownload semua materi2 yang tersedia…GRATIS.  Semoga bermanfaat

Iklan

SEPUTAR UN 2014

INFO PENTING UJIAN NASIONAL 2013/2014

UN 2014Ujian Nasional tahun ajaran 2013/2014 tidak lama lagi dan diperkirakan akan dilaksanakan pada bulan April untuk tingkat SMA/SMK/MA tanggal 14-16 April 2014 dan bulan Mei untuk tingkat SMP/MTs. Walaupun dari tahun ke tahun pelaksanaan Ujian Nasional selalu menuai permasalahan, namun Ujian Nasional untuk tahun ajaran 2013/2014 masih akan dilaksanakan di tingkat SMP dan SMA. Sedangkan untuk tingkat SD mulai tahun ajaran tersebut Ujian Nasional ditiadakan. Mengenai jadwal pelaksanaan / penyelenggaraan UN 2014 saat ini telah ditetapkan Kemdikbud RI, ditetapkan pula Kriteria Kelulusan Peserta Didik untuk Ujian Nasional (UN) tahun 2014 tingkat SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB/SMK/MAK, Program Paket B/Wustha, Program Paket C, dan Program Paket C Kejuruan melalui Permendikbud RI Nomor 97 Tahun 2013 ujian nasional 2014

Kriteria Kelulusan UN T.A 2013/2014.

Adapun mengenai kriteria kelulusan untuk Ujian Nasional tahun ajaran 2013/2014 ada beberapa perubahan, yaitu pada Rumus Penentuan Nilai Sekolah (NS) yaitu Nilai Sekolah (NS) diperoleh dari 70 % rata-rata nilai raport semester 3, 4, dan 5 untuk tingkat SMA dan semester 1, 2, 3, 4, dan 5 untuk tingkat SMP serta 30 % Nilai Ujian Sekolah. Sedangkan untuk Rumus Penentuan Nilai Akhir (NA) tidak mengalami perubahan yaitu Nilai Akhir (NA) diperoleh dari 40 % Nilai Sekolah (NS) dan 60 % Nilai Ujian Nasional (UN). Kemudian untuk nilai terendah setiap mata pelajaran yang di UN kan masih tetap 4,0 dan rata-rata semua mata pelajaran yang di UN kan juga masih sama yaitu 5,5.

Sedangkan ketentuan lebih lanjut berkenaan dengan pelaksanaan Ujian Nasional ini di tuangkan pada Prosedur Operasional Standar UN tahun pelajaran 2013/2014 yang sudah ditetapkan oleh BSNP. Demikian informasi tentang Kriteria Kelulusan Ujian Nasional / UN 2014 ini saya share berdasarkan Permendikbud RI Nomor 97 Tahun 2013 Kriteria Kelulusan Peserta Didik dari Satuan Pendidikan dan Penyelenggaraan Ujian Sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan dan Ujian Nasional, semoga bermanfaat bagi kita semua dalam mempersiapkan segala hal demi suksesnya penyelenggaraan UN 2014 nantinya, dan semoga seluruh peserta didik kita yang mengikuti Ujian Nasional tahun 2014 nanti mendapatkan nilai yang memuaskan dengan tingkat kelulusan 100 %. Amiin…

Ditulis oleh : Drs. Matrisoni ( Staf Pengajar SMA Dwiwarna Boarding School Bogor)

Sumber : Permendikbud RI Nomor 97 Tahun 2013 Tentang Ujian Nasional 2014.

Bagi Anda yang membutuhkan file tentang POS UN 2014, Permendikbud No. 97/2013 tentang Kriteria Kelulusan Peserta Didik, dan Kisi-Kisi Ujian Nasional tahun Pelajaran 2013/2014, silahkan klik tautan di bawah ini:

  1. POS UN 2014
  2. Permendikbud No. 97/2013
  3. Kisi-Kisi Ujian Nasional

Bagi Anda yang membutuhkan Soal-Soal UN Khusus Matematika lengkap berikut pembahasan dan Prediksi UN 2014, serta disajikan per-indikator secara GRATIS dapat mengunjungi alamat web saya berikut:

http://www.soalmatematik.com/?id=matrisoni
http://www.soalmatematik.com/?reff=matrisoni

 

 

 

Semoga bermanfaat…

MENJADI GURU YANG DIRINDUKAN

Menjadi Guru Yang Dirindukan….
Murid-murid kita itu akan menjadi guru-guru masa depan yang hebat apabila mereka rindu belajar dan rindu sekolah. Dan yang membuat mereka rindu belajar dan rindu sekolah adalah kalau mereka rindu kepada gurunya. Apakah kita sebagai guru bisakah seperti itu? ( MTGW )
http://www.youtube.com/watch?v=QflVLiSj9ds&feature=related

 

KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH

KEPEMIMPINAN  KEPALA  SEKOLAH

Oleh : Drs. Matrisoni

Pascasarjana Universitas Pramita Indonesia

Fakultas Ilmu Pemerintahan – Program Otonomi Pendidikan

Mutu pendidikan Indonesia dalam berbagai pandangan lapisan masyarakat hingga sekarang ini disimpulkan dalam kategori rendah pada setiap jenjang dan satuan pendidikan, khususnya pendidikan dasar dan menengah. Timbulnya pandangan seperti ini dipengaruhi oleh faktor kondisi realita yang dialami masing-masing kelompok masyarakat melalui jumlah lulusan yang belum banyak diserap pada lapangan pekerjaan yang tersedia. Masyarakat pada dasarnya telah menyadari pada kondisi era globalisasi sekarang ini bahwa mutu pendidikan sudah menjadi bahagian yang prioritas untuk dapat diwujudkan oleh pemerintah pusat dan daerah.

Kehidupan masyarakat di semua benua hingga pada abad dua puluh satu ini telah mengalami perubahan dramatis dengan berlomba-lomba memasuki era informasi teknologi. Kondisi seperti ini sudah barang tentu mempunyai konsekuensi terhadap paradigma pendidikan Indonesia untuk dapat menyiapkan sumber   daya   manusia   yang   unggul   dan   kompetitif   dalam menyikapi tuntutan global dimasa mendatang, setiap negara dituntut untuk berperan dalam kompetensi global, harapan ini akan bisa dicapai dengan baik jika didukung oleh sumber daya manusia berkualitas yang dimiliki oleh setiap bangsa.

Pemerintah telah melakukan berbagai usaha untuk mencapai peningkatan mutu pendidikan pada setiap satuan pendidikan di tanah air secara nasional di antaranya melalui peningkatan manajemen sekolah dengan penerapan manajemen berbasis sekolah dan bantuan dana operasional sekolah di semua tingkat dan satuan pendidikan. Usaha lain yang tergolong universal yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menyatakan bahwa otonomi pendidikan berazaskan disentralisasi, dengan pendekatan manajemen berbasis sekolah (MBS). Pendekatan MBS dimaksudkan untuk menumbuhkan kemandirian dan kreativitas kepemimpinan kepala sekolah yang kuat dan efektif. Oleh karena itu, amanat dalam Undang-undang tersebut harus menjadi dasar dan arah dalam pengembangan sekolah masa depan.

Sekolah sebagai wahana penting dalam pembentukan sumber daya manusia berkualitas akan dapat diwujudkan melalui tingkat satuan pendidikan. Kesuksesan untuk memperoleh mutu pendidikan yang baik tergantung kepada kepemimpinan yang kuat dari masing-masing kepala sekolah.

Keberhasilan atau kesuksesan pelaksanaan kepemimpinan kepala sekolah dalam mengelola organisasi pendidikan dipengaruhi oleh kemampuan untuk melakukan kegiatan perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan (actuating) dan pengawasan (controling) terhadap semua operasional tingkat satuan pendidikan. Keberhasilan sekolah dalam meraih mutu pendidikan yang baik banyak ditentukan melalui peran kepemimpinan kepala sekolah. Hal ini disebabkan peran kepala sekolah sangat kuat mempengaruhi prilaku sumber daya ketenagaan dalam hal ini guru dan sumber-sumber daya pendukung lainnya.

Sebagaimana dikemukakan Rahman H. (2005: 67) bahwa, kepemimpinan yang efektif membuat sekolah berubah secara dinamis karena adanya komunikasi lancar dalam kehidupan berorganisasi secara sistemik di mana di dalamnya mempunyai ciri dialogis, kerja sama dan tumbuhnya ilmu pengetahuan berpikir, mental model, penguasaan personal, berbagai visi sehingga anggota kelompok di sekolah terpenuhi kebutuhan fisiologis, keamanan, sosial, status dan kepuasan diri, kepercayaan dan penghargaan kerja.

Kepala sekolah dalam membuat kebijakan pengelolaan sekolah diharapkan mampu saling berkonsultasi dengan unsur ketenagaan sekolah secara pedagogis yang dapat mengembangkan potensi guru, staf administrasi dalam melakukan aktifitas untuk meningkatkan kualitas pendidikan satuan pendidikan. Dengan kepemimpinan kepala sekolah yang dialogis, komunikatif dan dinamis  akan dapat mendukung perubahan prilaku guru dalam perbaikan-perbaikan mutu pendidikan.

Komunikasi atau dialogis yang baik dari kepala sekolah dapat dideskripsikan dalam berbagai bidang kegiatan operasional sekolah antara lain:

1) Komunikasi dengan siswa dalam upaya pembinaan siswa

2) Komunikasi dengan orang tua siswa tentang prestasi murid-murid

3) Komunikasi dengan guru dalam waktu tertentu dalam membahas kebijakan baru yang akan diterapkan

4) Komunikasi umum terhadap komite sekolah tentang informasi program perbaikan dan pengembangan sekolah

5) Komunikasi dengan mass media dalam mengakses keberhasilan dan hambatan yang dialami sekolah.

Rendahnya mutu satuan pendidikan di tanah air Indonesia pada saat sekarang ini merupakan salah satu dampak dari bentuk kepemimpinan kepala sekolah mengelola organisasi satuan pendidikan, karena kepemimpinan merupakan faktor kunci sekolah untuk efektif atau berhasil dengan baik, apabila kepemimpinan kepala sekolah memahami berbagai bentuk pola kepemimpinan sesuai dengan kebutuhan yang terjadi.

Berdasarkan pengamatan pada kondisi pengelolaan sekolah di beberapa sekolah telah dikembangkan beberapa gaya kepemimpinan dalam upaya perbaikan mutu pendidikan di tingkat sekolah, namun fenomena yang berkembang di masyarakat pada saat ini bahwa penerapan desentralisasi pendidikan seperti aktualisasi manajemen berbasis sekolah belum dapat optimal dilakukan oleh kepala sekolah karena persepsi pemahaman desentralisasi pada tingkat birokrat daerah belum optimal.

Bila fenomena aktualisasi desentralisasi pendidikan menghambat kepemimpinan kepala sekolah pada tingkat satuan pendidikan maka dikhawatirkan kepemimpinan apapun yang akan dijalankan pada tingkat satuan pendidikan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan akan sulit meraih kualitas pendidikan yang efektif.

Setiap pengambil kebijakan pada setiap tingkat pemerintahan di Indonesia ini harus lebih memahami tentang aturan yang dipedomani dalam menghasilkan sosok kepala sekolah yang berkualitas. Hal ini dapat dilakukan mulai dari proses rekruitmen, diklat dan pengembangan profesi kepala sekolah yang lebih strategis, diharapkan rekruitmen dan pengembangan kepala sekolah dapat menghasilkan pembentukan kepemimpinan kepala sekolah yang terampil mengelola kebutuhan custumer.

Selain dari tantangan yang digambarkan di atas, perlu diketahui bahwa sekolah yang tidak efektif dalam meraih mutu ada kalanya dipengaruhi oleh kompleksitas dalam manajemen sekolah seperti kondisi siswa, ketenagaan, sarana-prasana, pembiayaan dan kebijakan pemerintah yang cenderung tidak konsisten dalam menjalankan suatu regulasi, serta campur tangan pemerintah yang terlalu besar, yang menyebabkan pimpinan sekolah kurang mandiri. Untuk sekolah swasta kondisinya lebih parah lagi karena ruang gerak kepala sekolah dan pimpinan sekolah sangat tergantung dan didominasi oleh yayasan sebagai owner, apalagi kalau yayasan milik keluarga.

 

Catatan Karier Bidang Pendidikan:

– Guru Matematika sejak tahun 1999 – Sekarang  ( 23 Tahun )

Di SMAN 3 Bandung, SMPN 5 Bandung, SMAN 16 Bandung

– Area Manager LBB Rajawali – Bandung : 1993-1995

– Wakil Kepala Sekolah SMA Plus YPHB Bogor : 1996 – 2001

– Kepala SMA Taruna Andhiga Bogor : 2001 – 2005

– Kepala Cabang LBB SSC Bogor, Cibinong, Pondok Labu : 2006-2007

– Kepala LPP Purnawarman Bogor : 2007 – 2009

– Staff Ahli SMA Dwiwarna Boarding School Bogor : 2009 – 2011

– Guru Matematika SMA Dwiwarna Boarding School Bogor : 2009 – Sekarang