WORKSHOP DI DWIWARNA

WORKSHOP PENDIDIKAN MODEL-MODEL PEMBELAJARAN PKN MGMP

Sabtu (8/5), SMA Dwiwarna kedatangan banyak tamu. Lebih dari 250 guru mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) SMP/SMA se Kabupaten Bogor, sejak pagi tadi berdatangan dan berkumpul di Aula. Mereka adalah para peserta Workshop yang diadakan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PKn SMP/SMA Kabupaten Bogor.

“SMA Dwiwarna sengaja dipilih menjadi tempat Workshop karena fasilitas yang dimilikinya lengkap,” tutur Mujiyono, ketua Panitia Workshop. Kepercayaan tersebut dijawab oleh tuan rumah dengan pelayanan yang baik. Ibu Euis Tresna, Wakil Kepala bidang Kurikulum SMA Dwiwarna merasa sangat bangga dan senang dikunjungi oleh guru-guru se-Kabupaten Bogor. Hal itu dia kemukakan dalam pidato sambutanya.

Acara yang bertajuk “Workshop Pendidikan Model-model Pembelajaran PKn dan Pengembangan Mentalitas Warga Negara” ini dibuka secara resmi oleh kepala dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Bapak H. Didi Kurnia. Dalam acara tersebut juga hadir Kabid Dikmen Kabupaten Bogor, Bapak Gada Sembada dan Ibu Dwi Prihatini, pengawas mata pelajaran PKn.

Dalam pidato sambutannya, Kepala Dinas mengatakan kalau acara-acara seperti ini sangat berguna dan mesti sering diadakan, apalagi melihat watak masyarakat Indonesia hari ini yang jauh dari semangat nasionalisme. Menurutnya, sektor pendidikan adalah sektor yang paling diandalkan untuk menyelamatkan generasi penerus di tengah terpuruknya sektor lain. Dan Pendidikan Kewarganegaraan adalah pelajaran yang pas dalam konteks ini. “Sesuai tema yang dipilih, diadakannya workshop ini adalah untuk membekali guru-guru PKn tentang model pembelajaran yang lebih menarik dan mampu membangun mental kewarganegaraan siswa, maka ini sangat tepat diadakan,” pungkasnya dengan yakin.

Workshop ini menghadirkan pembicara yang kompeten. Yakni Prof. Dr. Dasim Budimansyah, M.Si, Guru Besar dan Ketua Prodi PKn Sekolah Pascasarjana UPI. Sesi pertama dari pagi hingga siang, adalah sesi untuk pembicara menyampaikan materi. Dalam uraianya, Prof. Dasim menjelaskan berbagai model, metode, dan pendekatan pembelajaran PKn yang mutakhir, menarik dan berkualitas. Ia beranggapan bahwa selama ini kegiatan belajar mengajar PKn yang membosankan, bahkan cenderung tidak berkembang. Hal ini salah satu penyebabnya adalah kurangnya kompetensi guru dalam melaksanakan pembelajaran. “Guru PKn paling-paling menggambar burung Garuda,” selorohnya dengan nada bercanda.

Setelah sholat Dzuhur dan makan siang, Workshop dilanjutkan dengan praktik pembelajaran PKn sebagaimana yang diberikan Prof. Dasim dalam materi sebelumnya. Tampak suasana gaduh di ruangan. Sampai workshop selesai di sore hari, guru-guru tampaknya, sangat menikmati Workshop yang digelar MGMP ini. (Jafar Fakhrurozi)




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s