TATA KRAMA (AISSATSU) BELAJAR DARI JEPANG

soni-1Untuk memulai hubungan kerja sama dengan bangsa lain kita harus mengetahui kebiasaan atau tata krama dari bangsa tersebut.Dengan mengetahui etika, kebiasaan bangsa lain yang akan diajak kerja sama akan memperlancar hubungan dari kerja sama tersebut.
Semangat reformasi menginginkan penampilan yang lebih baik dan lebih benar sesuai dengan aturan yang ada dari masa lalu yang akan diawali dengan mengevaluasi tentang aturan yang baik dan yang tidak baik yang sering kali ditemui yaitu tentang etika . Sikap masa lalu yang baik dikembangkan terus yang jelek diperbaiki atau diganti dengan yang lebih baik. Salah satu yang perlu digarisbawahi dalam era reformasi ini adalah tata krama /sopan santun. Setiap hari kita berjumpa dengan yang namanya tata karma, disetiap aktivitas kehidupan ini diperlukan suatu cara untuk bersikap yang sesuai dengan aturan budaya setempat. Masalah sopan santun banyak diperlukan orang. Apakah itu dikalangan keluarga, disekolah-sekolah ataupun dalam bentuk ceramah. Masalah sopan santun merupakan tolak ukur suatu bangsa, bukan bagi bangsa Indonesia saja yang terkenal didunia mempunyai kebudayaan yang tinggi, namun juga berlaku bagi bangsa-bangsa yang lain.

Kata etika berasal dari bahasa Perancis yakni Etiquette, yang mempunyai dua arti yang pertama berarti label ( Inggris ) yang kedua adalah yang dipergunakan antar bangsa dan antar manusia dalam pergaulan, yang berarti Manners dan dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai sopan santun atau tata krama . Dalam bahasa latin etika berarti falsafah moral yang merupakan pedoman cara hidup dipandang dari sudut budaya, susila dan agama.

Mengapa orang perlu mengetahui masalah etiket, karena dari tingkah laku seseorang, kita dapat mengetahui karakter orang tersebut. Etiket dapat diterapkan dimana saja, tidak hanya dalam pertemuan pesta, akan tetapi juga pada kesempatan lain di banyak acara. Berlaku sopan juga dilihat dari cara berbicara, misalnya jika berbicara dengan orang yang lebih tua, dengan majikan bahkan dengan pembantu rumah tangga, hendaknya kata-kata yang diucapkan harus sopan agar tidak menimbulkan reaksi yang tidak baik atau menyinggung perasaan. Terlebih jika berbicara dalam bahasa asing pembicaraan hendaknya diucapkan dengan laval yang jelas dan lancar tanpa menimbulkan salah pengertian terlebih jika masuk dalam tingkat perundingan.
Berbicara dengan baik dan benar mempunyai kepiawaian tersendiri oleh karena itu tidak semua orang mempunyai keahlian tersebut, namun sebenarnya kepandaian berbicara bisa dilatih. Suatu percakapan dapat merupakan sarana untuk bertukar pikiran. Dalam pergaulan kita harus pandai berbicara, pandai bertanya dan pandai mendengarkan.
Dalam percakapan diperlukan pengendalian diri hingga tidak perlu mengeluarkan ucapan yang tidak pada tempatnya, tetap dapat mempergunakan kecerdasan berpikir dan mempergunakan kata-kata diplomatis yang akhirnya bisa menghasilkan sesuatu yang tidak mengecewakan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam etiket bercakap-cakap :
– Jangan memonopoli percakapan, berilah kesempatan kepada orang lain untuk berbicara.
– Jangan memotong pembicaraan yang lain, jadilah pendengar yang baik
– Jangan membual tentang diri sendiri
– Jangan menanyakan hal-hal yang menimbulkan pertentangan
– Jangan menanyakan harga barang yang sedang dipakai atau dikenakan
– Untuk kaum pria, kalau ada wanita hendaknya jangan terus menerus membicarakan mengenai penyakit seseorang dengan bertele-tele.
– Berbicara dengan irama, suara yang tenang dan ucapan yang jelas.

Dibawah ini contoh etiket kerja sama dengan Jepang :

– Memperkenalkan diri dengan menjelaskan tentang perusahaan anda, Jabatan anda dalam perusahaan serta masalah bisnis yang anda bicarakan.
– Aisatsu ; memberi salam dari pimpinan perusahaan langsung tidak diwakilkan. Kebiasaan di Jepang dalam perundingan yang detail pada umumnya dapat ditangani oleh wakil perusahaan di Jepang, akan tetapi untuk perundingan-perundingan yang sifatnya sangat penting, sebaiknya Presiden salah satu pimpinan perusahaan sendiri yang menjalin kontak dengan mitra. Aisatsu merupakan etika bisnis di Jepang yang dampaknya agar perusahaan anda cepat dikenal.
– Bertukar Kartu Bisnis, Karti bisnis memegang peranan yang sangat penting dalam melakukan bisnis di Jepang dan saling tukar kartu bisnis merupakan bagian tak terpisahkan dalam etika bisnis di Jepang. Pada saat menerima kartu bisnis, sudah merupakan kebiasaan untuk segera membalas memberikan kartu bisnis anda, Karena kalau tidak dapat berarti bahwa anda tidak berminat untuk menjamin hubungan bisnis dimasa yang akan datang. Kartu bisnis harus diberikan dan diterima dengan kedua tangan, dimana etika memberikan kartu anda, nama anda harus dalam posisi terbaca oleh si penerima pada sisi yang mudah dibaca.
– Etika dalam bisnis Jepang agak berbeda dengan arti dalam bahasa asing lainnya , arti “ YA “ dan “ TIDAK “ dalam bahasa Jepang adalah “ HAI “ yang tidak selalu berarti suatu persetujuan tapi hanya sekedar konfirmasi bahwa apa yang anda katakan sudah didengar dan dimengerti.
– Membungkuk masih merupakan cara formal yang paling lazim berlaku untuk mengekspresikan salam, terima kasih atau permintaan maaf. Etika berpakaian, umumnya penguasaha Jepang menggunakan setelan Jas warna gelap BIRU tua. Dalam etika Jepang akan dinilai tidak pantas bila gaya berpakaian atau berhias pegawai atau staf memberi kesan “ Pamer Kekayaan “ karena dikhawatirkan dapat mengganggu keharmonisan lingkungan kerja.

Sharing dari: http://agnessekar.wordpress.com

One thought on “TATA KRAMA (AISSATSU) BELAJAR DARI JEPANG

  1. Artkel nya bagus too…
    Lo bisa lebih luas di ulas menggenai budaya berbisnis indonesia.jepang, cina, inggris, australia…

    Thanks…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s