BOGOR TIDAK SEDANG BERMIMPI

MENUJU BOGOR CYBER CITY

Tulisan dalam blog ini adalah bagian ke tiga dari Cerita Berantai (chain blog posting) komunitas blogger Bogor (Blogor) yang kali ini bertemakan kota Bogor. Peserta kali ini terbagi kedalam dua golongan, golongan hitam (sisi negatif kota Bogor) dan golongan putih (sisi positif kota bogor). Kebetulan saya termasuk ke dalam golongan putih  yang mengulas sisi positif kota Bogor, beserta rekan-rekan yang lain dan saya merupakan penulis ke 3 setelah Kang Bugi Sumirat (baca di sini untuk posting dari kang Bugi), dan kang Pege ( baca disini :Jantung Kota Bogor, Paru-Paru Ibukota) dan akan dilanjutkan oleh , Kang Fajar, Kang Alif Ontohod, Pak WKF, Kak Insan ‘Pay’ Luthfi, Kang Harris Maulana, Kang Irvan dan Bunda Defidi. Informasi lengkap mengenai cer-ai ini bisa dilihat di Blogor.org. Selamat menikmati.. Sebelumnya saya mohon maaf atas keterlambatan memposting tulisan ini, berhubung saya baru tahu program ini sudah dimulai, dan kesibukan yang sangat padat minggu-minggu terakhir ini.

Tulisan ini adalah mimpi saya sebagai seorang pendidik di kota Bogor yang sejak 3 (tiga) tahun lalu berharap Bogor dapat menjadi Cyber City. Tulisan ini terinspirasi ketika pertama kali komunitas blogor berkumpul di rumah prof. Sjafri, saat itu mengundang Bapak Riri Satria yang bercerita tentang keberhasilan kota Batam sebagai Cyber Island.

Nadi Kota BOGOR kini berdenyut tanpa jeda. Beberapa mall, resto cepat saji, taman-taman kota, pasar swalayan mini, dan warnet siap melayani dan memanjakan warga Kota BOGOR selama 24 jam non-stop.

Kesadaran berbahasa Inggris (second language) di kalangan Siswa dan Mahasiswa di Kota BOGOR tumbuh pesat dan akan melonjakkan angka Pengguna internet secara signifikan. Sekolah-sekolah sudah menyatu dan terkoneksi satu dengan yang lainnya dengan jaringan internet, guru-guru kesekolah sudah tidak lagi membawa tas yang berisikan tumpukan-tumbukan buku dan kertas soal, tetapi laptop, PDA, dan Ipad menjadi teman akrab yang siap memfasilitasi para siswa dengan metodelogi yang serba canggih dan membuat para siswa belajar dengan sangat bergairah. Santapan para siswa setiap hari adalah jutaan suguhan ilmu yang sangat variatif dari dunia maya berupa ebook, bahan ajar interaktif serta informasi apa saja yg ingin dicari tinggal tanya mbah google. Komunikasi antara guru dan siswa tidak hanya sebatas di dalam ruangan kelas, mereka bisa belajar dan berinteraksi dimana saja. Email, facebook, friendster dan blog menjadi media komunikasi interaktif pembelajaran jarak jauh antara siswa dan guru serta dengan komunitas lainnya di seluruh dunia.

Mungkinkan semua itu dapat diwujudkan di Kota Bogor, apakah itu hanya sebuah impian belaka? Jawabannya mungkin dan pasti dapat diwujudkan. Asal semua unsur saling mendukung dan memiliki kesadaran untuk memulai. Kita mulai dengan komunitas yang saling mendukung satu sama lainnya. Kita bergerak bersama, pelajar, mahasiswa, guru, dosen, masyarakat, dinas pendidikan, pemerintah dan pengusaha bersatu padu untuk mewujudkan impian tersebut.

Sekarang sudah mulai terlihat menuju kearah sana, hampir semua warga bogor sudah melek internet, disetiap sudut tempat terlihat pelajar, mahasiswa, masyarakat asyik dengan laptop dan ipad nya berselancar didunia maya. Bogor tidak sedang bermimpi, langkah awal sudah dimulai, dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi impian tersebut akan segera menjadi kenyataan. Bila masanya jejaring sekolah dan jejaring kampus, serta jejaring pemerindah daerah menyatu, maka di saat itulah Bogor Cyber Education akan berjaya sebagai model E-Learning dan E-Style baru kebanggaan warga Kota BOGOR . Semoga Bogor Cyber City dapat terwujud , Semoga impian tersebut segera menjadi kenyataan….

Impian seorang pendidik

Oleh : Drs. Matrisoni

Guru SMA Dwiwarna Boarding School Bogor

Praktisi dan Pemerhati Pendidikan

Kumpulan Materi Essensial dan Latihan Matematika

Sebagai Bahan untuk persiapan Ujian Nasional 2011 dan Test Masuk Perguruan Tinggi , Berikut ini saya posting Kumpulan Materi Essential ( Intisari Rumus ) Matematika serta lengkap dengan latihan soalnya. Materi ini saya buat berdasarkan pokok bahasan, agar lebih fokus dan mudah untuk memahaminya.

Semoga dapat membantu para pelajar, guru dan setiap orang yang berminat mempelajari Matematika. Silahkan didownload sepuasnya, dan jangan lupa untuk meninggalkan komentarnya untuk penyempurnaan serta masukan agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik lagi. Semoga dapat bermanfaat.

 

Belajar Asik Matematika dan Fisika

Ayo Belajar Asik Matematika dan Fisika

Jika adik-adik para pelajar SMA membutuhkan tutorial Belajar Asik Matematika dan Fisika berupa Video dengan penjelasan yang singkat, jelas, dan mudah dimengerti, kunjungi link berikut ini, persembahan “Ligan Education”.

Belajar Asik Fisika dan Matematika On YouTube, . Dan untuk Pembahasan Materi Pelajaran Lainnya Silahkan Kunjungi http://www.ligan.id. Semoga bermanfaat.

Klik : https://www.youtube.com/channel/UCduwaR3xRIKv_P4ruejDigg

 

BANK SOAL MATEMATIKA PERSIAPAN UN 2014

UN 2014-2

Oleh Drs. Matrisoni

Pengajar Matematika SMA Dwiwarna Boarding School Bogor

sonnyBagi Adik-adik yang sekarang duduk dikelas 3 SMA, sudah siapkah kalian menghadapi Ujian Nasional tahun 2014? untuk membantu adik2 menyiapkan diri UN 2014 silaHkan kunjungi web saya berikut ini:

http://www.soalmatematik.com/?id=matrisoni
http://www.soalmatematik.com/?reff=matrisoni

Tersedia bahan-bahan, teori singkat, pembahasan soal matematika UN 2013 lengkap semua paket, Prediksi Soal UN 2014…Semua Gratis buat kalian.
Caranya sangat mudah …Klik alamat web saya diatas, kemudian kalian hanya diminta untuk mengisi nama dan alamat email kalian yang aktif …setelah itu tunggu konfirmasi di email, Jika sudah berhasil Silahkan Kalian Mendownload semua materi2 yang tersedia…GRATIS.  Semoga bermanfaat

SEPUTAR UN 2014

INFO PENTING UJIAN NASIONAL 2013/2014

UN 2014Ujian Nasional tahun ajaran 2013/2014 tidak lama lagi dan diperkirakan akan dilaksanakan pada bulan April untuk tingkat SMA/SMK/MA tanggal 14-16 April 2014 dan bulan Mei untuk tingkat SMP/MTs. Walaupun dari tahun ke tahun pelaksanaan Ujian Nasional selalu menuai permasalahan, namun Ujian Nasional untuk tahun ajaran 2013/2014 masih akan dilaksanakan di tingkat SMP dan SMA. Sedangkan untuk tingkat SD mulai tahun ajaran tersebut Ujian Nasional ditiadakan. Mengenai jadwal pelaksanaan / penyelenggaraan UN 2014 saat ini telah ditetapkan Kemdikbud RI, ditetapkan pula Kriteria Kelulusan Peserta Didik untuk Ujian Nasional (UN) tahun 2014 tingkat SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB/SMK/MAK, Program Paket B/Wustha, Program Paket C, dan Program Paket C Kejuruan melalui Permendikbud RI Nomor 97 Tahun 2013 ujian nasional 2014

Kriteria Kelulusan UN T.A 2013/2014.

Adapun mengenai kriteria kelulusan untuk Ujian Nasional tahun ajaran 2013/2014 ada beberapa perubahan, yaitu pada Rumus Penentuan Nilai Sekolah (NS) yaitu Nilai Sekolah (NS) diperoleh dari 70 % rata-rata nilai raport semester 3, 4, dan 5 untuk tingkat SMA dan semester 1, 2, 3, 4, dan 5 untuk tingkat SMP serta 30 % Nilai Ujian Sekolah. Sedangkan untuk Rumus Penentuan Nilai Akhir (NA) tidak mengalami perubahan yaitu Nilai Akhir (NA) diperoleh dari 40 % Nilai Sekolah (NS) dan 60 % Nilai Ujian Nasional (UN). Kemudian untuk nilai terendah setiap mata pelajaran yang di UN kan masih tetap 4,0 dan rata-rata semua mata pelajaran yang di UN kan juga masih sama yaitu 5,5.

Sedangkan ketentuan lebih lanjut berkenaan dengan pelaksanaan Ujian Nasional ini di tuangkan pada Prosedur Operasional Standar UN tahun pelajaran 2013/2014 yang sudah ditetapkan oleh BSNP. Demikian informasi tentang Kriteria Kelulusan Ujian Nasional / UN 2014 ini saya share berdasarkan Permendikbud RI Nomor 97 Tahun 2013 Kriteria Kelulusan Peserta Didik dari Satuan Pendidikan dan Penyelenggaraan Ujian Sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan dan Ujian Nasional, semoga bermanfaat bagi kita semua dalam mempersiapkan segala hal demi suksesnya penyelenggaraan UN 2014 nantinya, dan semoga seluruh peserta didik kita yang mengikuti Ujian Nasional tahun 2014 nanti mendapatkan nilai yang memuaskan dengan tingkat kelulusan 100 %. Amiin…

Ditulis oleh : Drs. Matrisoni ( Staf Pengajar SMA Dwiwarna Boarding School Bogor)

Sumber : Permendikbud RI Nomor 97 Tahun 2013 Tentang Ujian Nasional 2014.

Bagi Anda yang membutuhkan file tentang POS UN 2014, Permendikbud No. 97/2013 tentang Kriteria Kelulusan Peserta Didik, dan Kisi-Kisi Ujian Nasional tahun Pelajaran 2013/2014, silahkan klik tautan di bawah ini:

  1. POS UN 2014
  2. Permendikbud No. 97/2013
  3. Kisi-Kisi Ujian Nasional

Bagi Anda yang membutuhkan Soal-Soal UN Khusus Matematika lengkap berikut pembahasan dan Prediksi UN 2014, serta disajikan per-indikator secara GRATIS dapat mengunjungi alamat web saya berikut:

http://www.soalmatematik.com/?id=matrisoni
http://www.soalmatematik.com/?reff=matrisoni

 

 

 

Semoga bermanfaat…

Hasil Karya Siswa Presentasi Bahan Ajar Matematika

Sebagai salah satu tugas siswa kelas XII sebelum mengikuti Ujian Nasional, seluruh siswa diwajibkan menbuat Presentasi Bahan Ajar Matematika dalam bentuk Power Point.

Berikut dilampirkan Hasil Karya Siswa Kelas XII Angkatan 12 Tahun 2012 SMA Dwiwarna Boarding School Bogor.

1.  Limit Fungsi …………………………….. Karya :     Alfi Nuzulannur-Nadya Natasha-Wahyu Tri V   download

2. Fungsi Komposisi dan Invers ………..Karya :     Firdha Amalia Nurdiwanti-Muh. Shafwan-Nendy Aristha  download

KEAJAIABAN ANGKA

KEAJAIBAN ANGKA 9

Angka 9 adalah angka yang paling istimewa. Buktinya: dia adalah angka tertinggi. Dan jika sebuah angka dikalikan sembilan maka pada hasilnya, kedua digitnya berjumlah sembilan. Ambil contoh 7×9=63 (6+3=9).

Berapa angka terbesar yang bisa ditulis hanya dengan tiga angka 9?
999! Benar sekali. Tetapi ada lagi!

Bacanya: sembilan pangkat sembilan pangkat sembilan.

Marilah kita menghitung. 9 pangkat  9 = 387.420.489. dan 9 pangkat 9 pangkat sembilan berarti, 9 harus dikalikan dengan dirinya sendiri sebanyak 387.420.489 kali.

Dan kalau dituliskan bilangan ini mempunyai 369.693.100 angka atau digit. Kalau 4 angka panjangnya 1 cm maka penulisan bilangan ini akan mencapai 924,23275 kilometer.

Coba Anda Bayangkan!

Games Keajaiban Angka : klik disini

GURU PROFESIONAL

GURU DAN TANGGUNGJAWABNYA

 

Aktifitas proses pembelajaran merupakan inti dari proses pendidikan, dan guru sebagai salah satu pemegang utama di dalam menggerakkan kemajuan dan perkembangan dunia pendidikan.

Tugas utama seseorang guru ialah mendidik, mengajar, membimbing, melatih, oleh sebab itulah tanggung jawab keberhasilan pendidikan berada di pundak guru. Guru sebagai juru mudi dari sebuah kapal, mau kemana arah dan haluan kapal dihadapkan, bila juru mudinya pandai dan terampil, maka kapal akan berlayar selamat ditujuan, gelombang dan ombak sebesar apapun dapat dilaluinya dengan tenang dan tanggungjawab. Oleh karena itu, untuk menjadi seorang juru mudi harus melalui pendidikan dan latihan khusus serta dengan memiliki keahlian khusus.

Demikian pula halnya seorang guru, agar proses pembelajaran berhasil dan mutu pendidikan meningkatkan, maka diperlukan guru yang memahami dan menghayati profesinya, dan tentunya guru yang memiliki wawasan pengetahuan dan keterampilan sehingga membuat proses pembelajaran aktif, guru mampu menciptakan suasana pembelajaran inovatif, kreatif, dan menyenangkan. Untuk menjadi guru profesional juga memerlukan pendidikan dan pelatihan serta pendidikan khusus.

Perubahan peran guru yang tadinya sebagai penyampai pengetahuan dan pengalihan pengetahuan dan pengalih keterampilan, serta merupakan satu-satunya sumber belajar, berubah peran menjadi pembimbing, pembina, pengajar, dan pelatih. Dalam kegiatan pembelajaran, guru akan bertindak sebagai fasilisator yang bersikap akrab dengan penuh tanggung jawab, serta memperlakukan peserta didik sebagai mitra dalam menggali dan mengolah informasi menuju tujuan belajar mengajar yang telah direncanakan.

Beratnya tanggung jawab bagi guru menyebabkan pekerjaan guru harus memerlukan keahlian khusus. Untuk itu pekerjaan guru tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang diluar bidang pendidikan, sehingga profesi guru paling mudah terkena pencemaran. Sekali guru berbuat salah maka akan berdampak terhadap dunia pendidikan, demikian pula sekali guru salah

mengajarkan ilmu kepada anak didiknya, maka akan berdampak dan berimbas kepada satu generasi.

Guru dalam melaksanakan tugas profesinya dihadapkan pada berbagai pilihan, seperti cara bertindak bagaimana yang paling tepat, bahan belajar apa yang paling sesuai, metode penyajian bagaimana yang paling efektif, alat bantu apa yang paling cocok, langkah-langkah apa yang paling efisien, sumber belajar mana yang paling lengkap, system evaluasi apa yang paling tepat, dan sebagainya.

Guru sebagai pelaksana tugas otonom, guru diberikan keleluasaan untuk mengelola pembelajaran, apa yang harus dikerjakan oleh guru, dan guru harus dapat menentukan pilihannya dengan mempertimbangkan semua aspek yang relevan atau menunjang tercapainya

tujuan. Dalam hal ini guru bertindak sebagai pengambil keputusan. Guru sebagai pihak yang berkepentingan secara operasional dan mental harus dipersiapkan dan ditingkatkan profesionalnya, karena hanya dengan demikian kinerja mereka dapat efektif, Apabila kinerja guru efektif maka tujuan pendidikan akan tercapai. Yang dimaksud dengan profesionalisme disini adalah kemampuan dan keterampilan guru dalam merencanakan, melaksanakan pengajaran dan keterampilan guru merencanakan dan melaksanakan evaluasi hasil belajar siswa.

Mengingat pentingnya profesionalisme guru dalam pencapaian tujuan pendidikan utamanya pada skala tingkat institusional, maka perlu adanya pelatihan dan profesionalisme guru, sehingga dapat diperoleh hasil penelitian yang bisa dijadikan masukan dalam membuat dan melaksanakan kebijakan di bidang pendidikan terutama pada tingkat sekolah dasar sampai menengah baik negeri maupun swasta.

Sejalan dengan itu berbagai upaya telah dilakukan pemerintah dalam upaya meningkatkan profesionalisme guru Upaya tersebut antara lain direalisasikan melalui berbagai macam pelatihan. Hasil penelitian yang mengkaji tentang profesionalisme guru seperti dilakukan oleh Tomajahu (2002), menunjukkan adanya perbedaan kemampuan kompetisi mengajar guru yang sering mengikuti pelatihan dengan yang jarang mendapatkan pelatihan, ada hubungan pengalaman kerja guru dengan kompetensinya.

Motivasi lain yang mendorong perlunya dilakukan berbagai bentuk pendidikan dan pelatihan, karena informasi diperoleh bahwa masih banyak daerah-daerah yang belum menjadikan pendidikan dan pelatihan terhadap guru sebagai sesuatu kebutuhan mendasar. Bahkan masih ada kita mendengar guru-guru yang belum pernah sekalipun mengikuti pendidikan dan pelatihan terutama guru-guru yang bertugas di daerah marjinal atau terpencil.

Perlu dilakukan studi atau kajian apakah ada hubungan antara pelatihan dan profesionalisme guru dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya sebagai guru di depan, dan diluar kelas. Kalau ada hubungan, maka perlu terus digalakkan program pendidikan dan pelatihan ini. Salah satu aspek untuk mengetahui gambaran peningkatan profesinalisme guru adalah tercapainya kepuasan kerja guru yang ditandai dengan optimalisasi kerja para guru, gur merasakan kegairahan, guru dituntut kesungguhan dan kebahagiaan dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab yang diembannya.

( Dari berbagai sumber: oleh Drs. Matrisoni )

 Versi Cetak dapat di download di sini.Gambar

MENJADI GURU YANG DIRINDUKAN

Menjadi Guru Yang Dirindukan….
Murid-murid kita itu akan menjadi guru-guru masa depan yang hebat apabila mereka rindu belajar dan rindu sekolah. Dan yang membuat mereka rindu belajar dan rindu sekolah adalah kalau mereka rindu kepada gurunya. Apakah kita sebagai guru bisakah seperti itu? ( MTGW )
http://www.youtube.com/watch?v=QflVLiSj9ds&feature=related

 

KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH

KEPEMIMPINAN  KEPALA  SEKOLAH

Oleh : Drs. Matrisoni

Pascasarjana Universitas Pramita Indonesia

Fakultas Ilmu Pemerintahan – Program Otonomi Pendidikan

Mutu pendidikan Indonesia dalam berbagai pandangan lapisan masyarakat hingga sekarang ini disimpulkan dalam kategori rendah pada setiap jenjang dan satuan pendidikan, khususnya pendidikan dasar dan menengah. Timbulnya pandangan seperti ini dipengaruhi oleh faktor kondisi realita yang dialami masing-masing kelompok masyarakat melalui jumlah lulusan yang belum banyak diserap pada lapangan pekerjaan yang tersedia. Masyarakat pada dasarnya telah menyadari pada kondisi era globalisasi sekarang ini bahwa mutu pendidikan sudah menjadi bahagian yang prioritas untuk dapat diwujudkan oleh pemerintah pusat dan daerah.

Kehidupan masyarakat di semua benua hingga pada abad dua puluh satu ini telah mengalami perubahan dramatis dengan berlomba-lomba memasuki era informasi teknologi. Kondisi seperti ini sudah barang tentu mempunyai konsekuensi terhadap paradigma pendidikan Indonesia untuk dapat menyiapkan sumber   daya   manusia   yang   unggul   dan   kompetitif   dalam menyikapi tuntutan global dimasa mendatang, setiap negara dituntut untuk berperan dalam kompetensi global, harapan ini akan bisa dicapai dengan baik jika didukung oleh sumber daya manusia berkualitas yang dimiliki oleh setiap bangsa.

Pemerintah telah melakukan berbagai usaha untuk mencapai peningkatan mutu pendidikan pada setiap satuan pendidikan di tanah air secara nasional di antaranya melalui peningkatan manajemen sekolah dengan penerapan manajemen berbasis sekolah dan bantuan dana operasional sekolah di semua tingkat dan satuan pendidikan. Usaha lain yang tergolong universal yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menyatakan bahwa otonomi pendidikan berazaskan disentralisasi, dengan pendekatan manajemen berbasis sekolah (MBS). Pendekatan MBS dimaksudkan untuk menumbuhkan kemandirian dan kreativitas kepemimpinan kepala sekolah yang kuat dan efektif. Oleh karena itu, amanat dalam Undang-undang tersebut harus menjadi dasar dan arah dalam pengembangan sekolah masa depan.

Sekolah sebagai wahana penting dalam pembentukan sumber daya manusia berkualitas akan dapat diwujudkan melalui tingkat satuan pendidikan. Kesuksesan untuk memperoleh mutu pendidikan yang baik tergantung kepada kepemimpinan yang kuat dari masing-masing kepala sekolah.

Keberhasilan atau kesuksesan pelaksanaan kepemimpinan kepala sekolah dalam mengelola organisasi pendidikan dipengaruhi oleh kemampuan untuk melakukan kegiatan perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan (actuating) dan pengawasan (controling) terhadap semua operasional tingkat satuan pendidikan. Keberhasilan sekolah dalam meraih mutu pendidikan yang baik banyak ditentukan melalui peran kepemimpinan kepala sekolah. Hal ini disebabkan peran kepala sekolah sangat kuat mempengaruhi prilaku sumber daya ketenagaan dalam hal ini guru dan sumber-sumber daya pendukung lainnya.

Sebagaimana dikemukakan Rahman H. (2005: 67) bahwa, kepemimpinan yang efektif membuat sekolah berubah secara dinamis karena adanya komunikasi lancar dalam kehidupan berorganisasi secara sistemik di mana di dalamnya mempunyai ciri dialogis, kerja sama dan tumbuhnya ilmu pengetahuan berpikir, mental model, penguasaan personal, berbagai visi sehingga anggota kelompok di sekolah terpenuhi kebutuhan fisiologis, keamanan, sosial, status dan kepuasan diri, kepercayaan dan penghargaan kerja.

Kepala sekolah dalam membuat kebijakan pengelolaan sekolah diharapkan mampu saling berkonsultasi dengan unsur ketenagaan sekolah secara pedagogis yang dapat mengembangkan potensi guru, staf administrasi dalam melakukan aktifitas untuk meningkatkan kualitas pendidikan satuan pendidikan. Dengan kepemimpinan kepala sekolah yang dialogis, komunikatif dan dinamis  akan dapat mendukung perubahan prilaku guru dalam perbaikan-perbaikan mutu pendidikan.

Komunikasi atau dialogis yang baik dari kepala sekolah dapat dideskripsikan dalam berbagai bidang kegiatan operasional sekolah antara lain:

1) Komunikasi dengan siswa dalam upaya pembinaan siswa

2) Komunikasi dengan orang tua siswa tentang prestasi murid-murid

3) Komunikasi dengan guru dalam waktu tertentu dalam membahas kebijakan baru yang akan diterapkan

4) Komunikasi umum terhadap komite sekolah tentang informasi program perbaikan dan pengembangan sekolah

5) Komunikasi dengan mass media dalam mengakses keberhasilan dan hambatan yang dialami sekolah.

Rendahnya mutu satuan pendidikan di tanah air Indonesia pada saat sekarang ini merupakan salah satu dampak dari bentuk kepemimpinan kepala sekolah mengelola organisasi satuan pendidikan, karena kepemimpinan merupakan faktor kunci sekolah untuk efektif atau berhasil dengan baik, apabila kepemimpinan kepala sekolah memahami berbagai bentuk pola kepemimpinan sesuai dengan kebutuhan yang terjadi.

Berdasarkan pengamatan pada kondisi pengelolaan sekolah di beberapa sekolah telah dikembangkan beberapa gaya kepemimpinan dalam upaya perbaikan mutu pendidikan di tingkat sekolah, namun fenomena yang berkembang di masyarakat pada saat ini bahwa penerapan desentralisasi pendidikan seperti aktualisasi manajemen berbasis sekolah belum dapat optimal dilakukan oleh kepala sekolah karena persepsi pemahaman desentralisasi pada tingkat birokrat daerah belum optimal.

Bila fenomena aktualisasi desentralisasi pendidikan menghambat kepemimpinan kepala sekolah pada tingkat satuan pendidikan maka dikhawatirkan kepemimpinan apapun yang akan dijalankan pada tingkat satuan pendidikan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan akan sulit meraih kualitas pendidikan yang efektif.

Setiap pengambil kebijakan pada setiap tingkat pemerintahan di Indonesia ini harus lebih memahami tentang aturan yang dipedomani dalam menghasilkan sosok kepala sekolah yang berkualitas. Hal ini dapat dilakukan mulai dari proses rekruitmen, diklat dan pengembangan profesi kepala sekolah yang lebih strategis, diharapkan rekruitmen dan pengembangan kepala sekolah dapat menghasilkan pembentukan kepemimpinan kepala sekolah yang terampil mengelola kebutuhan custumer.

Selain dari tantangan yang digambarkan di atas, perlu diketahui bahwa sekolah yang tidak efektif dalam meraih mutu ada kalanya dipengaruhi oleh kompleksitas dalam manajemen sekolah seperti kondisi siswa, ketenagaan, sarana-prasana, pembiayaan dan kebijakan pemerintah yang cenderung tidak konsisten dalam menjalankan suatu regulasi, serta campur tangan pemerintah yang terlalu besar, yang menyebabkan pimpinan sekolah kurang mandiri. Untuk sekolah swasta kondisinya lebih parah lagi karena ruang gerak kepala sekolah dan pimpinan sekolah sangat tergantung dan didominasi oleh yayasan sebagai owner, apalagi kalau yayasan milik keluarga.

 

Catatan Karier Bidang Pendidikan:

– Guru Matematika sejak tahun 1999 – Sekarang  ( 23 Tahun )

Di SMAN 3 Bandung, SMPN 5 Bandung, SMAN 16 Bandung

– Area Manager LBB Rajawali – Bandung : 1993-1995

– Wakil Kepala Sekolah SMA Plus YPHB Bogor : 1996 – 2001

– Kepala SMA Taruna Andhiga Bogor : 2001 – 2005

– Kepala Cabang LBB SSC Bogor, Cibinong, Pondok Labu : 2006-2007

– Kepala LPP Purnawarman Bogor : 2007 – 2009

– Staff Ahli SMA Dwiwarna Boarding School Bogor : 2009 – 2011

– Guru Matematika SMA Dwiwarna Boarding School Bogor : 2009 – Sekarang

HAKEKAT KEHIDUPAN

“Renungan Hakekat Kehidupan”

Sekedar Sharing

“sebelumnya mohon maaf yang sebesar-besarnya, sharing tulisan ini tidak ada maksud untuk  mendiskriditkan seseorang, atau buat orang2 tertentu saja, akan tetapi suatu kiriman dari seorang teman, yang saya pikir sangat perlu buat introspeksi diri saya pribadi atau bagi  teman2 sekalian yang merasa perlu untuk merefleksikan diri” Semoga Bermanfaat.

 

Kawan, sadarkah kita bahwa hidup kita di dunia ini tidaklah lama. Sadarkah kita bahwa apa yang kita kejar selama ini tidak akan pernah menemani kita di liang lahat. Sadarkah kita bahwa semua kesenangan kita di dunia tidak akan selamanya kita nikmati. Sadarkah bahwa dari hari kehari diri kita semakin menua dan semakin renta…..? Sadarkah kita bahwa kita selalu dikejutkan oleh kejadian-kejadian yang menimpa diri kita……., teman kita yang dulu masih bersama-sama bermain-main dengan kita, sekarang ia sudah bermain-main dengan anak-anak mereka……kita sering kali terlena oleh kehidupan dunia ini, kita seringkali melupakan jati diri kita, kita seringkali lupa bahwa kita tidak selamanya kekal di dunia ini.

Kawan, mengapa kita seingkali terlena dengan aktivitas kita dalam mengejar harta, jabatan, kedudukan dan mengabaikan nurani kita sebagai seorang manusia? Kita seringkali menginjak-injak orang lain, kita seingkali menghina orang yang tidak seberuntung kita….. Tidak sadarkah kita bahwa ada kemungkinan orang yang kita injak-injak, orang yang seringkali kita hina, mereka itu lebih mulia dibandingkan dengan kita….Tidak sadarkah kita bahwa diri kita mungkin berlumuran dengan dosa? Mengapa kita seringkali lebih fokus dalam mencari-cari kesalahan orang lain? Mengapa kita seringkali menggunjing orang lain? Mengapa kita lebih sering mencaci orang lain? Mengapa kita seringkali membuka aib orang lian di hadapan teman-teman kita? Tidak sadarkah bahwa mereka itu sejatinya adalah saudara-saudara kita juga……… Tidak sadarkah bahwa kita sejatinya makhluk yang beragama…. Tidak sadarkah kita bahwa diri kita seringkali berkhotbah tentang moral dihadapan banyak orang……..Kemanakah naluri kita sebagai seorang manusia? Pernahkah kita membayangkan jikalau itu semua menimpa kita, saudara kita atau kerabat kita….. Pernahkah kita mencoba berfikir bijak, bahwa semua itu merupakan hikmah yang perlu kita pelajarai untuk makin menjadikan diri kita sebagai seorang insan sejati.

Kawan, mengapa kita seringkali menjilat orang lain untuk kepentingan diri kita? Mengapa kita seringkali menyalahkan orang lain utuk menyelamatkan kepentingan kita? Mengapa kita seringkali mencari-cari kelemahan orang lain untuk menjatuhkan mereka? Tidak sadarkah bahwa diri kita mungkin lebih banyak kekurangannya dibanding dengan orang yang tiap hari kita cari-cari kesalahannya. Tidak sadarkah bahwa menjilat itu merupakan perbuatan yang nista. Tidak sadarkah diri kita bahwa perbuatan itu sejatinya tidak ada bedanya dengan menjilat kotoran kita sendiri…..Sadarlah bahwa hidup itu hanya sementara….

Kawan, mengapalah kita berpamer ria untuk memamerkan kekayaan kita, memamerkan ketampanan dan kecantikan kita? Mengapalah kita saling bersaing dengan tidak sehat hanya untuk mengejar kebahagiaan semu? Mengapalah kita seringkali cemburu apabila orang lain mendapat kesenangan? Mengapalah kita sering kali berpanas hati jika kebahagiaan hinggap di tetangga kita? Mengapalah kita seringkali bersorak-sorak jika orang lain mendapat malapetaka? Mengapalah kita tidak pernah bersyukur dengan karunia yang telah diberikan oleh NYA kepada kita? Tidak sadarkah bahwa itu semua adalah perbuatan yang sia-sia……..apakah kita tidak sadar bahwa hal itu akan berakibat buruk bagi diri kita… Tidakkah kita sadar bahwa mereka itu juga saudara-saudara kita. Tidakkah kita sadar bahwa mereka itu sejatinya adalah diri kita sendiri…..Dimanakah nurani kita simpan sejatinya……..Kemanakah kita gadaikan rasa kemanusiaan kita sebagai umat yang bersahaja…..

Kawan, tidakkah lebih baik jika hari-hari kita…….kita isi dengan perbuatan yang baik. Tidakkah lebih mulia jika hidup kita bermanfaat bagi orang lain. Tidakkah lebih bahagia jika keberadaan kita dapat memancarkan kebahagiaan bagi orang lain.

Kawan, hidup di dunia ini hanya sejenak……..di depan sana masih banyak hal yang mesti kita perbuat untuk bekal kita nantinya……..Kerendahan hati menuntun pada kekuatan bukan kelemahan. Mengakui kesalahan dan melakukan perbuatan atas kesalahan adalah bentuk tertinggi dari penghormatan pada diri sendiri……Jadikan diri kita bermanfaat bagi diri, keluarga dan orang lain……

Maafkan segala khilaf ini sahabat, baik yang disengaja maupun yang nggak disengaja.

Sumber : https://murtaqicomunity.wordpress.com/

ALL ABOUT OLYMPIADE MATH

HANDOUTS OLYMPIADE MATH

Geometry I(Beginner)

Functional Equations(Advanced)

Geometry II(same handout as Geometry I) (Beginner)

Number Theory II(Intermediate)

Elliptic curves: theory and application(Advanced)

Geometry III (same handout as Geometry I)(Beginner)

Functions I: Get real(Intermediate)

Geometry IV(same handout as Geometry I)(Beginner)
Summary for Geometry

Functions II: Get Real(Intermediate)

Infinite series and generating functions(Advanced)

Algebra I(Beginner)

Introduction to Sound Analysis(Intermediate)

Poncelet’s Theorem(Advanced)

IMO Aftermath(Advanced)

Area, volume and curved triangles(Advanced

AMC 8 Preparation(Intermediate)
Prime Factorization

Catalan Numbers (Intermediate)

You can download PDF files of the following:

2004 Questions Solutions
2005 Questions Solutions
2006 Questions Solutions
2007 Questions Solutions
2008 Questions Solutions
2009 Questions Solutions
2010 Questions Solutions
2011 Questions

pomona math : talent search problem sets

2010-2011
Problem Set 1.
Problem Set 2.
Problem Set 3.
Problem Set 4.
Problem Set 5.
Answers Problem Set 1.
Answers Problem Set 2.
Answers Problem Set 3.
Answers Problem Set 4.
Answers Problem Set 5.
2009-2010
Problem Set 1.
Problem Set 2.
Problem Set 3.
Problem Set 4.
Problem Set 5.
Answers Problem Set 1.
Answers Problem Set 2.
Answers Problem Set 3.
Answers Problem Set 4.
Answers Problem Set 5.
2008-2009
Problem Set 1.
Problem Set 2.
Problem Set 3.
Problem Set 4.
Problem Set 5.
Answers Problem Set 1.
Answers Problem Set 2.
Answers Problem Set 3.
Answers Problem Set 4.
Answers Problem Set 5.

 Problem #1

Problem #2

 Problem #3

 Problem #4

 Problem #5

 Problem #6

 Problem #7

 Problem #8

 Problem #9

 Problem #10

 Problem #11

 Problem #12

 Problem #13

 Problem #14

 Problem #15

 Problem #16

 Problem #17

 Problem #18

 Problem #19

 Problem #20

 Problem #21

 Problem #22

 Problem #23

 Problem #24

  Problem #25

 Problem #26

 Problem #27

 Problem #28

 Problem #29

 Problem #30

 Problem #31

 Problem #32

 Problem #33

 Problem #34

 Problem #35

 Problem #36

 Problem #37

 Problem #38

 Problem #39

 Problem #40

 Problem #41

 Problem #42

 Problem #43

 Problem #44

 Problem #45

 Problem #46

 Problem #47

 Problem #48

 Problem #49

 Problem #50

 Problem #51

 Problem #52

 Problem #53

 Problem #54

 Problem #55

 Problem #56

 Problem #57

 Problem #58

 Problem #59

 Problem #60

 Problem #61

 Problem #62

 Problem #63

 Problem #64

 Problem #65

 Problem #66

 Problem #67

 Problem #68

 Problem #69

 Problem #70

 Problem #71

 Problem #72

 Problem #73

 Problem #74

 Problem #75

 Problem #76

 Problem #77

 Problem #78

 Problem #79

 Problem #80

 Problem #81

 Problem #82

 Problem #83

 Problem #84

 Problem #85

 Problem #86

 Problem #87

 Problem #88

 Problem #89

 Problem #90

 Problem #91

 Problem #92

 Problem #93

 Problem #94

 Problem #95

 Problem #96

 Problem #97

 Problem #98

 Problem #99

 Problem #100

 Problem #101

 Problem #102

 Problem #103

 Problem #104

 Problem #105

 Problem #106

 Problem #107

 Problem #108

 Problem #109

 Problem #110

 Problem #111

 Problem #112

 Problem #113

 

Fall 2010

Previous Problems