BOGOR TIDAK SEDANG BERMIMPI

MENUJU BOGOR CYBER CITY

Tulisan dalam blog ini adalah bagian ke tiga dari Cerita Berantai (chain blog posting) komunitas blogger Bogor (Blogor) yang kali ini bertemakan kota Bogor. Peserta kali ini terbagi kedalam dua golongan, golongan hitam (sisi negatif kota Bogor) dan golongan putih (sisi positif kota bogor). Kebetulan saya termasuk ke dalam golongan putih  yang mengulas sisi positif kota Bogor, beserta rekan-rekan yang lain dan saya merupakan penulis ke 3 setelah Kang Bugi Sumirat (baca di sini untuk posting dari kang Bugi), dan kang Pege ( baca disini :Jantung Kota Bogor, Paru-Paru Ibukota) dan akan dilanjutkan oleh , Kang Fajar, Kang Alif Ontohod, Pak WKF, Kak Insan ‘Pay’ Luthfi, Kang Harris Maulana, Kang Irvan dan Bunda Defidi. Informasi lengkap mengenai cer-ai ini bisa dilihat di Blogor.org. Selamat menikmati.. Sebelumnya saya mohon maaf atas keterlambatan memposting tulisan ini, berhubung saya baru tahu program ini sudah dimulai, dan kesibukan yang sangat padat minggu-minggu terakhir ini.

Tulisan ini adalah mimpi saya sebagai seorang pendidik di kota Bogor yang sejak 3 (tiga) tahun lalu berharap Bogor dapat menjadi Cyber City. Tulisan ini terinspirasi ketika pertama kali komunitas blogor berkumpul di rumah prof. Sjafri, saat itu mengundang Bapak Riri Satria yang bercerita tentang keberhasilan kota Batam sebagai Cyber Island.

Nadi Kota BOGOR kini berdenyut tanpa jeda. Beberapa mall, resto cepat saji, taman-taman kota, pasar swalayan mini, dan warnet siap melayani dan memanjakan warga Kota BOGOR selama 24 jam non-stop.

Kesadaran berbahasa Inggris (second language) di kalangan Siswa dan Mahasiswa di Kota BOGOR tumbuh pesat dan akan melonjakkan angka Pengguna internet secara signifikan. Sekolah-sekolah sudah menyatu dan terkoneksi satu dengan yang lainnya dengan jaringan internet, guru-guru kesekolah sudah tidak lagi membawa tas yang berisikan tumpukan-tumbukan buku dan kertas soal, tetapi laptop, PDA, dan Ipad menjadi teman akrab yang siap memfasilitasi para siswa dengan metodelogi yang serba canggih dan membuat para siswa belajar dengan sangat bergairah. Santapan para siswa setiap hari adalah jutaan suguhan ilmu yang sangat variatif dari dunia maya berupa ebook, bahan ajar interaktif serta informasi apa saja yg ingin dicari tinggal tanya mbah google. Komunikasi antara guru dan siswa tidak hanya sebatas di dalam ruangan kelas, mereka bisa belajar dan berinteraksi dimana saja. Email, facebook, friendster dan blog menjadi media komunikasi interaktif pembelajaran jarak jauh antara siswa dan guru serta dengan komunitas lainnya di seluruh dunia.

Mungkinkan semua itu dapat diwujudkan di Kota Bogor, apakah itu hanya sebuah impian belaka? Jawabannya mungkin dan pasti dapat diwujudkan. Asal semua unsur saling mendukung dan memiliki kesadaran untuk memulai. Kita mulai dengan komunitas yang saling mendukung satu sama lainnya. Kita bergerak bersama, pelajar, mahasiswa, guru, dosen, masyarakat, dinas pendidikan, pemerintah dan pengusaha bersatu padu untuk mewujudkan impian tersebut.

Sekarang sudah mulai terlihat menuju kearah sana, hampir semua warga bogor sudah melek internet, disetiap sudut tempat terlihat pelajar, mahasiswa, masyarakat asyik dengan laptop dan ipad nya berselancar didunia maya. Bogor tidak sedang bermimpi, langkah awal sudah dimulai, dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi impian tersebut akan segera menjadi kenyataan. Bila masanya jejaring sekolah dan jejaring kampus, serta jejaring pemerindah daerah menyatu, maka di saat itulah Bogor Cyber Education akan berjaya sebagai model E-Learning dan E-Style baru kebanggaan warga Kota BOGOR . Semoga Bogor Cyber City dapat terwujud , Semoga impian tersebut segera menjadi kenyataan….

Impian seorang pendidik

Oleh : Drs. Matrisoni

Guru SMA Dwiwarna Boarding School Bogor

Praktisi dan Pemerhati Pendidikan

About these ads

11 Tanggapan to “BOGOR TIDAK SEDANG BERMIMPI”

  1. [...] pengalaman tinggal di kota Bogor) 02. Pege (Jantung Kota Bogor, Paru-Paru Ibukota) 03. Matrisoni (BOGOR TIDAK SEDANG BERMIMPI) 04. Fajar 05. Ontohod 06. WKF 07. Insan Luthfi Habibi 08. Harris Maulana 09. Irvan Setya [...]

  2. Alangkah menyenangkan bila impian itu menjadi kenyataan.

    Btw, sekadar tambahan sekaligus mengingatkan, di paragraf awal ditambahi nama para peserta dan tautan tulisan sebelumnya, di akhir tulisan ditambahi peserta berikutnya yg akan melanjutkan ;-) Info lengkap tentang Aturan Main bisa dibaca lagi di http://blogor.org/2011/12/06/cerita-berantai-2-bogor/

  3. menunggu setiap sudut kota Bogor terpasang hotspot…

  4. [...] saya termasuk ke dalam golongan putih beserta rekan-rekan yang lain, yaitu: kang Bugi, Pege, pak Matrisoni, Ontohod, WKF, Insan Luthfi Habibi, Harris Maulana, Irvan Setya Adji dan Defidi. Informasi lengkap [...]

  5. mudah-mudahan terwujud Bogor menjadi Cyber City.

    jauh sebelum itu “peer” terbesar kita adalah bagaimana mengarhakan masyarakat pengguna internet sebagai pengguna yg produktif, bukan konsumtif :)

  6. [...] saya termasuk ke dalam golongan putih beserta rekan-rekan yang lain, yaitu: kang Bugi, Pege, pak Matrisoni, Mas Fajar, saya Ontohod, WKF, Insan Luthfi Habibi, Harris Maulana, Irvan Setya Adji dan Defidi. [...]

  7. [...] masuk Grup Putih dan menjadi penulis keenam. Anggota lainnya adalah Bugi Sumirat, Pege, Matrisoni, Fajar, Ontohod, Insan Luthfi Habibi, Harris Maulana, Irvan Setya Adji, dan Defidi. Anda bisa masuk [...]

  8. [...] dahulu dimulai oleh anggota Grup Putih sebelumnya yaitu (dalam urutan) : Bugi Sumirat, Pege, Matrisoni, Fajar, Otohod, WKF. Selanjutnya akan diteruskan oleh, hmm..liat di akhir tulisan ya , ga seru [...]

  9. [...] judul 1001 Putihnya Kota Bogor. Cerita sebelumnya di tulis oleh Kang Bugi Sumirat, Teh Pege, kang Matrisoni, kang Fajar, Kang Ontohod, kang WKF, Kang Insan Luthfi Habibi, Kang Harris Maulana, dan Kang [...]

  10. Salam kenal
    Melalui blog ini saya menginformasikan blog yang saya kelola silakan mampir di http://pcahyono.blogspot.com/ ,

    Salam kreatif…

  11. Semoga suatu saat nanti bisa buka cabang di bogor :D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: